rumah popok

Rumah Popok Blog

Ruam Popok

Posted on Monday 1/16/2012 at 11:53 | Category: Articles

Sebenarnya istilah ruam popok memiliki istilah umum yaitu ‘iritasi kulit’ yang terjadi pada wilayah yang tertutup oleh popok. Kategori ruam popok pun bermacam-macam

Ruam Popok atau diaper rash (bahasa medisnya diaper dermatitis) adalah hal yang sangat mungkin terjadi pada bayi. Yang terancam mengalami ini bukan hanya yang menggunakan popok sekali pakai lho. Yang pakai popok kain/clodi juga. Namun, memang risiko terkena ruam popok lebih besar pada pengguna popok sekali pakai.

Pada prinsipnya, ruam popok bisa terjadi karena hal hal berikut:

- Terlalu lama menggunakan popok, sehingga kulit terlalu lama kontak dengan urine atau feses.

- Alergi dengan bahan celana/popok yang digunakan. Bisa saja alergi terhadap bahan popok sekali pakai (pulp/kertas), bahan kain sintetis, pewarna pakaian, atau bahan alami yang non organik.

- Menggunakan popok dengan sirkulasi udara rendah dalam waktu lama

Pencegahan ruam popok

- Ganti popok yang rajin (kira kira 2 jam sekali)

- Ganti popok sesegera mungkin jika bayi pup

- Coba ganti merk popok

- Cuci popok kain/clodi dengan bersih tambahkan ½ cup cuka pada air cuciam. Ini bisa menghilangkan zat iritan basa.

- Yakinnkan membersihkan pipis dan pup dengan bersih

- Gunakan lap yang tidak ditambahi pewangi

- Gunakan krim ruam. Bagaimana mengatasinya?

MENGATASI Ruam Popok

- Mengoleskan krim khusus ruam jika tetap menggunakan popok. Tidak semua bayi butuh ini sih. Ada 2 jenis krim ruam:

Krim berbasis minyak, lebih tidak lengket dan tidak ‘berantakan’
Dengan zinc oxide: sifatnya lebih pekat

- Jangan menggosok bagian yang ruam

- Biarkan bayi anda selama mungkin tidak menggunakan popok ataupun celana yang dicurigai sebagai sumber alergi. Jika sedang tidak menggunakan popok, tidak perlu menggunakan krim ruam.

Berikut ini adalah tips tambahan dari hasil kompilasi pengalaman ibu ibu untuk mengatasi ruam popok:

- Mengoleskan VCO (Virgin coconut oil)

- Mengoleskan minyak zaitun

Jenis jenis krim ruam

- Zinc oxide, untuk ruam tingkat keparahan moderate

- Acid mantle

- Clotrimazole anti-fungal, untuk ruam yang membandel, yang mungkin melibatkan jamur

- Hydrocortisone 1% cream, digunakan untuk kasus yang parah. Jangan digunakan dalam waktu terlalu lama (lebih baik konsultasi ke dokter)

Mengenai jenis jenis krim ini, jangan terlalu pusing ya bunda, bisa gunakan yang ‘standar’ yaitu zinc oxide dan acid mantle. Adapun jenis lain silakan dikonsultasikan ke dokternya, itu juga kalau parah ruamnya.

Demikian. Semoga bermanfaatJ

Kemasan Produk

Posted on Friday 7/15/2011 at 12:11 | Category: Cerita

 Beberapa konsumen mungkin akan senang dengan pengemasan individual enphilia, yaitu dengan  kain tissue (laken), karena kontra dengan plastik yang jaman sekarang kesannya tidak ramah lingkungan.

Mungkin juga ada pihak pihak yang menilai, ah sama saja, toh tas laken apalagi tipis juga ga terpakai, sama sama sampah, di mana, kami ada setujunya sama pernyataan ini.

Lho gimana sih? Trus jadi knapa ga pakai plastik aja?

Kami bukannya anti plastik, atau anti apapun. Yang jadi visi kami adalah 3R (reduce, reuse, recycle), dan sekarang ada R R lainnya (sudah berkembang).  Dan yang kami sebut sebagai visi, adalah cita cita. Bisa tercapai, bisa tidak. Tapi setidaknya, segala penentuan keputusan, akan memikirkan visi tersebut. Kalaupun sulit diwujudkan (seperti saat ini pengeenn banget punya produksi renewable energy-based, tapi dgn biaya yang masuk akal), ya ditundalah, tapi visi tersebut bisa jadi constant reminder, suatu saat ketika ada jalannya, get it!

Nah balik ke kemasan tas tisu, kami sadar banget bahwa kemasan ini tidak terlalu durable. Namun, ketika orang dihadapkan dengan tas kain, dan plastik lecek, kami yakin bahwa orang yang akan  menyimpan tas kain (dan menggunakannya kembali), akan lebih banyak daripada yang menyimpan plastik. Perkara ada segolongan orang yang juga tetap akan membuang tas kain ini, yahh… memang ada. Tapi dengan  image ‘kain’, orang  biasanya lebih cenderung menyimpan dulu dan memakai kembali daripada membuang, begitu bukan? Pertimbangan paling akhir adalah, bahwa tas kain berbahan baku pohon/tanaman (sumber daya alam terbarukan), dan plastik  berbahan dasar minyak bumi (tidak terbarukan).

Tenang tenang, jangan jadi anti plastik yah, hehe.  Bagaimanapun kami tetap pakai plastik untuk pengemasan besar, pakai trash bag ataukarung, Kalau ngga, bisa berabe ntar di jalan kalo bungkusannya sobek2 atau kena air hujanJ. Of course, plastik masih jadi rajanya pengemasan, dan hak kita manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam. Pada kasus tertentu, bisa jadi lho plastik lebih baik. Misalnya nih tas belanja plastik yang kuat dan bagus (biasanya dipakai branded fashion), bisa jadi lebih baik lho daripada tas kertas, karena tas plastiknya bagus dan orang ingin terus menyimpan, sedangkan tas kertasnya gampang lecek.

Ramah Lingkungan atau tidaknya kemasan produk (dalam hal umur pakai), pada akhirnya terpulang ke tangan pengguna akhir.. Will you reuse it, or not?

Popok vs Lingkungan

Posted on Wednesday 3/9/2011 at 12:31 | Category: Articles

Perdebatan tentang kontribusi lingkungan dari popok kain/clodi dan pospak memang ada. Kalangan pro pospak mengatakan bahwa menggunakan popok kain/clodi memiliki konsekuensi penggunaan air yang ekstra, penggunaan deterjen yang mencemari air tanah, dsb. Kalangan pro popok kain mengatakan penggunaan pospak berarti menambah limbah padat yang cukup signifikan terhadap TPA, dan kandungan tinja berbahaya apabila masuk ke dalam air tanah. Menurut pendapat saya, kita tidak bisa begitu saja menyalahkan deterjen dan air untuk mencuci popok kain, karena tanpa popok kain pun, kita sudah menggunakan air. Anggap saja popok itu adalah pakaian dalam bayi (karena toh bayi hanya menggunakan popok kan? Tidak pakai ‘pakaian dalam’), sama dengan orang dewasa yang sehari hari menggunakan pakaian dalam. Penggunaan air ekstra adalah konsekuensi alami dari manusia ‘ekstra’ yang datang ke bumi. Tanpa kelahiran bayi pun, kita bisa jadi memang sudah menggunakan deterjen tidak ramah lingkungan. Jadi jika ada pencemaran deterjen di badan air dan air tanah, itu adalah kesalahan orang dewasa yang tidak mau mempertimbangkan deterjen yang ramah lingkungan. Selain itu, walaupun air semakin menipis, air adalah tetap sumber daya alam yang bisa diperbaharui. Lagipula mari kita pikir, apakah volume air untuk mencuci popok sebegitu signifikan-nya? Adapun pospak? Tetap saja butuh waktu 500 tahun untuk menguraikannya. Ada satu hal yang menarik perhatian saya. Pup bayi (feses manusia), itu seharusnya masuk ke saluran khusus yang dibawa dari WC ke instalasi pengolah air buangan, tidak boleh masuk ke TPA. Apabila kita cermati kemasan pospak, maka di dalamnya ada instruksi untuk membuang pup bayi terlebih dahulu ke WC, sebelum membuang popok tersebut. Apakah para orangtua melakukannya? Saya tidak mau berprasangka buruk, tapi sejujurnya, saya tidak yakin, karena saya sendiripun cenderung malas repot apabila mengenakan bayi saya pospak. Dengan popok kain, mau tidak mau, kita harus membuang pup terlebih dahulu ke WC, sehingga kecenderungan untuk terjadi pencemaran tinja justru lebih dapat dikurangi. Harap diingat bahwa setiap kegiatan manusia pasti menimbulkan dampak lingkungan. Apalagi selama kita menggunakan energy (listrik, bensin, dll), maka mau tidak mau kita berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Jejak ‘dosa’ kita terhadap alam ini yang disebut jejak ekologis. Selama ‘kerusakan’ yang kita buat masih dapat diimbangi dengan kemampuan alami lingkungan untuk memulihkan diri, maka itu masih wajar wajar saja. Mengenai kontribusi kerusakan lingkungan popok kain dan pospak, ada baiknya kita melihat dari sisi: mana yang lebih banyak jejak ekologisnya? Dan menurut beberapa sumber (sebagai contoh dari http://www.dummies.com/how-to/content/diapers-cloth-versus-disposable.seriesId-92323.htm l#glossary-carbon_footprint;_ecological_footprint), jejak ekologis pospak adalah 2 kali lipat dibanding popok kain. Ok, mari kita mencari sebuah sumber yang lebih netral. Dari sumber http://www.thedailygreen.com, Dr. Alan Greene (chief medical officer of A.D.A.M., chair of The Organic Center, a member of the advisory board of Healthy Child Healthy World and clinical professor of pediatrics at Stanford University’s Packard Children’s Hospital) mengamati sebuah studi dilakukan oleh Badan Lingkungan di England dan Wales. Kelompok peneliti membandingkan pospak, popok kain yang dicuci di rumah, dan popok kain yang dicuci di tempat mencuci komersial dalam hal kontribusi terhadap pemanasan global, penipisan ozon, pembentukan SMOG, dan penipisan sumberdaya alam yang tidak bisa diperbarui, pencemaran air, asidifikasi, toksisitas, dan polusi tanah. Studi ini tidak merekomendasikan pilihan apapun karena menurut para peneliti ini, semua menimbulkan dampak lingkungan. Walaupun menurut Dr. Alan Greene, seorang dokter anak, studi ini kurang lengkap karena di dalamnya tidak memperhatikan proses sangat awal dari produksinya, misalnya darimana asal asal liner plastic pospak, penebangan pohon, hingga penanaman kapas, karena akan ada perbedaan yang besar antara kapas yang tumbuh dengan kontribusi zat kimia toksik dan kapas organic, antara hutan yang berkelanjutan dengan hutan yang asal dibabat. Oke, kita anggap saja hasil penelitian Badan Lingkungan di Inggris akurat. Menurut Badan Lingkungan ini, yang penting adalah tindakan selanjutnya yang dapat mengurangi dampak popok. Misalnya bagi pemakai popok kain, mereka harus melakukan efisiensi energy dan hemat air (mudah bukan?). Jika memilih pospak, maka pilihlah produk dari produsen yang peduli lingkungan (green manufacture), yang biodegradable dan yang biasanya juga tidak mengandung klorin (lihat pembahasan mengenai popok dan kesehatan pada tulisan selanjutnya). The big question is… apakah pospak yang umum dijual di Indonesia itu bebas klorin dan biodegradable (dapat terurai)? Memang rasanya kurang adil jika mengeneralisir. Namun saya pernah melihat pospak impor dan mengklaim produknya ramah lingkungan, harganya.. hmmm.. kruk kruk kruk…

Rumah Popok on Papers

Posted on Thursday 3/3/2011 at 12:38 | Category: Rumah Popok on Media

On Inspired Kids Mag, June 2010

http://rumahpopok.com/wp-content/uploads/2010/07/On-Inspired-Kids.jpg

Menjahit Popok dari Bahan Bekas

Posted on Monday 2/14/2011 at 5:41 | Category: Pola Gratis

1.      Cari pola gratisan di internet

2.      Cari bahan bekas: selimut wol untuk bagian luar (outer), dan kain flannel buat lapisan dalam (inner).

3.      Gambar pola di atas kain. Aku lebih suka 1 lapis kain buat inner, dan 2 lapis buat outer


4.      Guntiiing, sisain buat jeda jahitan (bener nggak ya, maksudnya seam allowance apa sih bahasa indonesianya), gunting sedikit bagian pocketnya supaya bisa dijahit duluan. Kalo aku lebih suka bukaan pocket di depan karena anakku cowo. Kalo pipis basahnya di depan jadi ngeceknya dari depan.

5.      Kalo pengen pake karet belakang, mending dijahit duluan di lapisan outernya

6.      Susun ketiga kain dengan susunan

-          Flanel, sisi salah menghadap ke atas

-          Fleece 1, sisi benar menghadap ke atas

-          Fleece 2, sisi salah menghadap ke atas

7.      Jahit (tindih semua kain) sepanjang pola, KECUALI bagian pocket

8.      Bagian pocket dijahit sendiri2, inner dan outernya (krn bakal keliatan dari luar)

9.      BALIK, sehingga sisi benar ada di luar semua

10.  Top stitch (duh para penjahit pro mohon dijelaskan apa bahasa indonesianya top stitch), kecuali bagian pocket

11.  Tandain dimana akan memulai naruh karet buat kakinya

12.  Tindih karet dengan jahitan

13.  Tarik karet dari luar sambil menjahit untuk membuat ‘lorong’ bagi karet ini (jahitannya jangan menindas karetnya (kecuali awal dan akhir), lalu tindih bagian akhir karet dengan jahitan.

14.  Jahit prepetnya.

15.  SELESAIIIII

(gambar di atas belum dipasang prepet .. ketinggalan!)

Ribeeett? Males bikiiin? Smangat dooong, dengan bahan bekas kita makin go green.

Tapi kalo kelewatan malesnya, ya sudah apa boleh buat, bisa dicoba beli jadi.

Bisa diintip seller popok kain di halaman WHERE TO BUY,
http://rumahpopok.com/?page_id=320

Kalau minat dengan materialnya, bisa intip http://popok.weebly.com

Merenda Popok (Diaper Cover Crochet)

Posted on Monday 2/14/2011 at 4:56 | Category: Pola Gratis

Buat yang suka merenda/crocheting/merajut 1 jarum.

Lumayan asik nih walaupun sederhana.


Pola popok gratis, diunduh dari http://www.preemiechatter.com/soakerwrap.html, bagus juga nih buat yang hobi merenda alias crochet.

Pastikan menggunakan benang berbahan dasar wol, yaitu material yang hidrofobia, supaya kalau dipakai tidak cepat tembus. Jangan coba coba pakai benang katun yaaa, karena bakalan tembus bus busss..

Berikut polanya dalam bahasa Inggris:

As written this pattern will fit a size M up to an XL. To shorten the rise remove some of the rows on 11-32

Beg With J hook ch 45
Row 1 sc in 2nd ch from hook and each ch to the end
Row 2 ch 1 turn, working in BACK LOOP ONLY sc in each ch to end
Row 3-6 repeat row 2. At end of row 6 fasten off

Row 1 Attach new colour to the last sc from row 6, ch 2 (counts as dc), dc in each sc to the end
Row2-4 ch 2 turn, dc in each dc to the end
Row 5 turn decrease 3 sts, ch 2, dc in each dc to the end decreasing the last 3 sts
Row 6-8 repeat row 5
Row 9 turn, decrease 5 sts, sc in each dc to the end decreasing the last 5 sts
Row 10 ch 1 turn, sc in each sc to the end
Row 11-32 repeat row 10 fasten off
Row 33 Attach first colour used, ch 1 turn, sc in each sc until the end
Row 34-38 ch 1 turn, working in BACK LOOP ONLY sc in each sc until the end, fasten off

Side edging Attach colour to one of the sides and sc length of the wrap, fasten off and repeat on other side

Link Pola/Referensi Popok Kain/Clodi Gratis

Posted on Monday 2/14/2011 at 4:51 | Category: Pola Gratis

Cloth diaper for environment. Yukk reuse dan recycle. Manfaatkan bahan bekas.

Variasi Quick Snap Flat Wrap

http://www.sweetnsassygirls.com/2010/09/variations-of-the-quick-snap-flat-wrap-qsfw.html

Cara Bikin Prefold

http://webpages.charter.net/rhamley/diapers/diapertext1.htm

Cara Bikin Fitted – Pakai bekas bedong

http://mayna.livejournal.com/198548.html

(pelan pelan ngumpulin resource)

Nama: Rika Winurdiastri

Indonesian Youth Mini Conference 2011

Posted on Sunday 2/6/2011 at 12:56 | Category: Bazar dan Pameran

Sebenernya agak agak malas ikut bazar karena ini badan dan otak letih sekali. Tapi lihat judul acaranya aku tertarik banget. Walaupun dari proposalnya aku bisa tebak bahwa acara ini not so big, but I decided to join. Acara IYMC sendiri keren banget lah. Menjaring anak anak muda untuk nulis paper mengenai sustainable development dan mempresentasikannya. Ada poster session jugak. Hewhhh.. teringat masa lalu di BPLHD saat ku kerjaannya nulis nulis gituan, hihi.

Agak kaget aja bahwa ternyata stan yang ikutan cuman dua, aku dan satu lagi namanya JERAMI (Jejak Ramah Bumi), komunitas anak muda yang mendaur ulang benda benda untuk jadi barang2 luchu lainnya. Kalau Jerami mah youth banget lahh, masih anak2 ABG isinya, hihi. ALhamduillah panitia ngasih meja yang guedheee yang, jadi ngga perlu gotong2 tiang2 display lagi, semua kepajang di meja. Biar ga sepi sepi amat, daku menggandeng Teteh Gina (Qlakei Shop) yang kutau punya popok koleksi merek lain dan rumahnyapun tak jauh dari situ.

Overall, peserta IYMC sendiri ngga banyak yang beli popok, tapi mereka sekedar lihat dan tanya, what the hell those stuffs were. Benda apaan tuhh? Berhubung berangkat dari rumah juga dengan niat sosialisasi, jadi aku dah bersyukur banget dah bisa ngasih tau orang.

Mengenai penjualan, agak ketolong dengan iklan NUJU di milis, jadi ada beberapa anggota memang menyengajakan dateng untuk lihat lihat popok, bukan ikut acara IYMC. At least, tutup modal lah buat bayar panitia, hihi.

Sempet poto2 nih sama temen temen milis yang dateng. Uploaded later. Technical Priblem *sigh*

2nd Annual Indonesian Maternity and Baby Expo

Posted on Friday 11/12/2010 at 7:41 | Category: Uncategorized

Open for Public: Friday to Sunday, 26-28 November 2010
ASSEMBLY HALL, Jakarta Convention Center, Jakarta – Indonesia.
Opening Hours : 10.00am – 08.00pm

Indonesia Maternity & Baby Expo 2010 will be held at the famous Jakarta Convention Center Centre, located in the heart of Jakarta.   In this event will welcome exhibitors from all over Asia and foreign countries to showcasing fabulous products and services for the pre-conception, pregnancy, baby, birth and ‘early years’ sectors which simply cannot be found on the average High Market.

We, GG and Enphilia, two brands of locally-made cloth diapers will exhibit our products in the event.  So… don’t forget to write down this event on your reminder. We’ll see you there!

Behind Enphilia #2

Posted on Thursday 11/11/2010 at 7:36 | Category: Rumah Popok on Media

 Sekelumit tentang popok kain modern di Jelang Siang Trans TV.   Semoga membantu sosialisasi popok kain modern untuk solusi ekonomis.

Tags: ,
Page 1 of 3123
Email : rumah popok.
Copyright © 2011 Rumah Popok.com. Convenient & Affordable Cloth Diapering