rumah popok

Rumah Popok Blog

Gaya Hidup untuk Memilih Jenis Popok?clodi

Posted on Friday 7/16/2010 at 7:25 | Category: Articles

Mungkin para ibu bingung, harus beli popok yang mana, apa bedanya produk a dengan produk b, dan lain lain. Popok jenis mana yang harus ada untuk si kecil tergantung dari “gaya hidup” orangtuanya.

Ada tipe orang tua yang mau bayinya senantiasa kering dan bersih, ingin mengetahui setiap kali bayinya pipis dan pup. Walaupun sangat melelahkan, tapi tipe orangtua ini rela berkali kali mengganti popok bayinya karena sangat takut bayinya mengalami ruam popok, lembab, dan lain lain. Biasanyanya mereka pantang mundur dengan yang namanya kena  ompol. Cuek cuek aja jika kena ompol, cuek cuek aja bila sprei kena ompol, yang penting bayi cepat ganti popok. Orang tua jenis ini biasanya cocok dengan popok tetra (Enphilia Muslin Square, prefold atau alas ompol), yang tidak dilengkapi lapisan anti tembus.

Ada orang tua yang sangat perhatian terhadap kelembaban kulit bayi dan takut terlewat perhatiannya terhadap popok basah, namun di lain pihak ‘takut’ kena ompol karena perkara najis. Orang tua ini merasa jika harus mengganti pakaian jika kena ompol sangat melelahkan. Untuk yang ini, bisa menggunakan pilihan seperti di atas, dengan menambahkan diaper cover. Penggunaan popok anti tembus dengan penyerap tipis tetap harus rajin rajin mengecek dan mengganti, jika tidak kulit bayi akan gerah dan cepat lembab. Jika ayah bunda tipe orang yang khawatir dengan penggunaan bahan jas baby atau PUL(takut kulit bayi lembab), maka bahan berpori dapat menjadi solusinya. Bagi yang sangat memperhatikan breathability, kulit bayi mudah merah terkena karet, atau sensitif, maka Enphilia original &/ crispy bisa menjadi solusi, karena bahannya yang berpori. Dengan mengakali pada jumlah insert, daya tahan Enphilia original& crispy bisa diatur.

Ada tipe orang tua yang super sibuk dan biasanya menggunakan popok sekali pakai karena mengandalkan daya tampung dan daya serapnya. Biasanya orang tua jenis ini menunggu pospak penuh dulu sebelum mengganti, dan membeli popok dengan penilaian daya serap dan daya tampung tinggi sehingga tidak harus sering ganti. Walaupun ‘gaya hidup’ ini tidak disarankan, namun terkadang kondisi pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran menuntut munculnya gaya hidup ini. Untuk meminimasi dampak buruk bagi kulit bayi, maka bayi ayah bunda perlu menggunakan popok yang memiliki serapan tebal namun lapisan dalamnya bukan katun biasa atau bahan bahan hidrofil (suka air) lainnya.  Perlu pula popok dengan bahan lapisan dalam berupa material yang meloloskan air tetapi menolak air, misalnya bahan   fleece. Material ini memungkinkan lapisan dalam popok tetap kering walaupun sudah terkena pipis. Untuk jenis yang ini,  Enfiesta bisa menjadi solusi.

Selain lifestyle orangtua, perlu pula memperhatikan tipe bayi, dan bagaimana tipe pengasuhannya. Ada bayi dengan kulit super sensitif, yang mudah sekali  terkena ruam, ada pula yang jarang sekali ruam. Ada bayi yang langsung rewel jika popok basah. Adapula yang anteng anteng saja walaupun popoknya penuh. Popok dengan bahan tetap kering, walaupun unggul dan bisa menyamai kualitas pospak, cenderung membuat bayi tidak peka jika ia pipis karena walaupun pipis, popok tetap ‘nyaman’, ini akan memberikan kesulitan kemudian pada saat potty training. Namun ada pula yang menganggap hal tersebut tidak apa apa, masalah potty training itu ada masanya, untuk sekarang yang penting bayi tetap kering, dst.

Semuanya kembali pada keputusan orangtuanya. Jadi, …. sudah bisa memutuskan bukan akan menggunakan popok jenis apa untuk si kecil?

Email : rumah popok.
Copyright © 2011 Rumah Popok.com. Convenient & Affordable Cloth Diapering