rumah popok

My Diapering Preference

Posted on Friday 7/16/2010 at 7:19

. Category: Cerita

Pengalaman diaperingnya newborn Raul benar benar kuanggap sebagai perjalanan yang cukup melelahkan. Punya newborn bener2 mengagetkan dalam hal perpopokan ini. Aku ngga nyangka aktivitas ganti popok seharian adalah aktivitas yang begitu menguras tenaga. Padahal aku ngga nyuci sendiri lho.

Perjalanan diapering style Raul berubah ubah, trial dan error sampai menemukan cara yang paling nyaman. Mulai dari cara basuh, tempatnya di mana, dan popok jenis apa. Aku sempat menulisnya di blog yang <a href=”http://rikariza.multiply.com/journal/item/116/Diaper_and_Diapering ” target=”_blank”>lain</a>.

Nahhh.. setelah menjalani semua itu, skarang aku menjadi paham, popok macam apa yang aku harus siapkan ketika punya anak lagi. Here is my preference.

NEWBORN

Kombinasi AIO dan popok serap Be Nice Kids tampaknya akan dominan di awal2 kehidupan. Kenapa??? Karena aku ingin sekali melatih bayi untuk mengidentifikasi ‘kering’ adalah nyaman. 1 atau 2 one size pocket diaper memang mungkin perlu, untuk kondisi kalau benar benar letih dan malas ganti popok, dan untuk kalo keluar rumah. (well dulu sih lebih seringnya masih pake pospak)

Sebenernya tetra oke juga sih, tapi harus rajin ngelipetin origami dulu sebelum masuk lemari. Hmm… aku bukan tipe orang serajin itu. Mungkin 1-2 lembar lah.

Aku juga mempertimbangkan EC alias toilet training sedini mungkin, ASALKAN ruangan dikondisikan. Krn kalo ngikutin teori my mom, tatur bayi sambil jongkok walopun tengah malem… *sigh* im not that consistent. Tapi kalo di rumah ada wastafel lebar yang nyaman di samping changing place (table, whatever), sepertinya akan lebih ringan. Tp kenyataannya blm berhasil karena saya pemalass, hahahaha.

4-10 kg

Pocket diaper memang sudah cucok utk range berat ini. Kalo rencana EC santai bisa berjalan, sepertinya pocket diaper tetap bukan menjadi prioritas. Keknya lebih prefer macam AIO Canberra. Sayang suplainya macet, hiks…

Mungkin pake AIO Be Nice Kids lagi  yang ukuran M.

10 kg ke atas…

Full training pant aja dehh, atau celana dalam biasa dikasih potongan tetra kek skarang.

LHO… ke mana Enphilia dan GG. Bukankah itu dagangan utama slama ini???

Don’t get this wrong. I looove Enphilia dan GG. Lha iya Enphilia aku yang produksi, GG juga mendistribusikan.  Saat aku menyebut ‘pocket diaper’ di atas, itu refer ke GG dan Enphilia.

Hanya saja popok2 canggih (apalagi yg import dan mahal cem bumgenius, roomparooz, fuzzibunz), tidak terlalu relevan dengan MY DIAPERING STYLE. Bayangin lah… ngapain aku beli mahal2 tapi ngga sesuai sama ‘aliran’ku.

Its not that I discourage people from buying those stuff.  Tapi setelah ngalamin mempopoki Raul (blehh jelek kali istilahnya), aku nyadar kalau ‘kenyamanan’ yang ditimbulkan dari popok popok canggih itu memiliki dampak kepada hal yang aku tidak inginkan. I saw myself this time sudah selesai meluluskan Raul dari popok. Liat skarang. Im too lazy to start potty training, begitu pula si kecil ngga terlalu sensitive apalagi kalo pup, ga ada perubahan mimic sama skaleeee!!

Kalo memang mak mak yg baca ini memang mau santai dan take potty training easy, ngga mau buru2, well… modern cloth diaper is a right choice. Tapi buat mak mak yang punya visi selese potty secepat mungkin, nhaa…

Duh gitu deh maksudku, mbingungi gak yo…

Tags: ,

Leave a Reply

Email : rumah popok.
Copyright © 2011 Rumah Popok.com. Convenient & Affordable Cloth Diapering