rumah popok

Salah Kaprah Istilah CLODI dan DIAPER

Posted on Friday 8/13/2010 at 10:55

. Category: Articles

Mana yg lebih baik, diaper, popok kain atau clodi

Mohon maaf, jika saya membaca judul itu dari blog seseorang, biasanya saya baca sambil lalu saja sambil tersenyum, atau menuliskan private message kepada penulisnya. Tapi jika saya membaca judul tersebut pada sebuah majalah utk orangtua, saya, sebagai orang yang lebih dari setahun terakhir ini termasuk gencar mensosialisasikan popok kain, sangat terganggu, dan merasa sia sia perjuangan slama ini meluruskan salah kaprah yang terjadi di masyarakat.

Judul tersebut mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa inggris, di mana jika saya terjemahkan semua dalam bahasa Indonesia, maka judulnya akan menjadi begini

“Mana yg lebih baik, POPOK, popok kain atau POPOK KAIN”

Ada 2 kesalahan, yaitu mengenai istilah DIAPER dan CLODI. 2 kesalahan ini sering saya temui di masyarakat awam, di mana saya sering mengkoreksinya. Tapi saya rasa sebuah majalah tidak boleh melakukan kesalahan ini.

DIAPER

Orang mengasosiasikan istilah “DIAPER” sebagai popok sekali pakai. Saya tidak mau memusingkan hal ini jika yang menyebut ibu ibu awam, karena di dunia kita, kita jg sering menyebut “PAMPERS” (sebuah merek) utk menyebut popok sekali pakai seperti halnya ODOL, AQUA, dll. So what gitu lho, itu sudah jadi kebiasaan.

Tapi dari segi bahasa, DIAPER itu adalah popok. Bisa popok apa saja. Bisa disambungkan dengan kata apa saja supaya menjadi frase: disposable diaper, bisa cloth diaper, reusable diaper, washable diaper.

Yuk kita tengok WIKIPEDIA

A diaper (in North America) or nappy (in the United Kingdom, Ireland, Australia and many Commonwealth countries) is a sponge-like garment worn by individuals who are incapable of controlling their bladder or bowel movements, or are unable or unwilling to use a toilet. When diapers become full and can no longer hold any more waste, they require changing; this process is often performed by a secondary person such as a parent or caregiver. Failure to change a diaper on a regular enough basis can result in diaper rash.

Diapers have been worn throughout human history, and made of cloth or disposable materials.

Izinkan saya menterjemahkan kalimat terakhir: POPOK (dlm artikel tersebut disebut DIAPERS) sudah digunakan sepanjang sejarah manusia, dan terbuat dari bahan kain maupun disposable (langsung buang).

Kalo boleh saya simpulkan, DIAPERS itu sekarang ada 2 jenis, ada yang langsung buang (disposable diaper), ada yang pakai ulang/KAIN (cloth diaper)

CLODI

Entah siapa yang pertama kali mensosialisasikan istilah ini, but I really hate this term. Dalam komunikasi saya dengan pelanggan, saya tidak pernah menggunakan kata ini. Saya lebih suka menyebut popok kain, atau sekalian ‘cloth diaper’. Dan saya paling merengut  kalau ada seseorang yang bilang

                “Haloo… mau tanya tanya, maklum nih masih baru di dunia clodi”

Ahh yang benarr??? Clodi (a.k.a popok kain) adalah hal yang sudah dikenal sepanjang sejarah manusia, and u re new to it?? Tapi saya ngga bisa nyalahin jg siiih, karena mereka tau istilah CLODI juga dari orang orang lain. Kalo boleh saya revisi, seharusnya

                   “Haloo… mau tanya tanya, maklum nih masih baru kenal popok modern”

Kalo saya menyebut istilah clodi dalam website ini, itu pasti copy paste dari deksripsi produsen, dan saya membolehkan istilah itu ada di sini asalkan tidak menimbulkan salah kaprah.  Misalnya

                YYY adalah clodi merek lokal yang terbuat dari blah blah blah

See? Kalimat tersebut tidak menimbulkan salah kaprah. Jadi it’s ok lah.

Yang menjadi salah adalah jika orang menyebut clodi identik dengan salah satu jenis popok kain modern yaitu pocket diaper. Pocket diaper hanya salah satu jenis “CLODI”, selain pocket diaper ada flat, fitted, all in one, all in two, dan lain lain, makin ke sini makin banyak varian baru.

Kalo dipikir pikir, salah kaprah CLODI ini munculnya karena salah kaprah tentang DIAPER. Sebab, orang sudah berasumsi bahwa DIAPER itu adalah popok sekali pakai (atau orang sering sebut PAMPERS), maka CLOTH DIAPER diasosiasikan sebagai pampers kain, alias popok yang serupa dengan popok sekali pakai tapi terbuat dari kain.

Hal ini menimbulkan ‘keanehan’ yang lain, misalnya muncul pertanyaan seperti berikut:

                “Ini pampers yang bisa dicuci yah?”

Kalau salah kaprah tentang diaper dan clodi tidak ada, pertanyaan seperti itu pun seharusnya tidak pernah ada. Tentu saja, namanya popok dari kain ya JELAS bisa dicuci. Kenapa coba tiba tiba ada ide di benak orang yang mempertanyakan jangan jangan popok kain ini tidak bisa dicuci?

Ide semacam itu muncul karena salah tangkap tentang diaper dan clodi, sehingga saat istilah ‘diaper’ muncul, maka popok ini dicurigai seperti ‘diaper diaper’ pada umumnya, yang tidak bisa dicuci.

But well, what can I say? Ketika suatu komunitas menyetujui suatu istilah sebagai kesepatakatan bersama, so be it. Yang benar adalah yang mayoritas *sigh*. Saya hanya berharap istilah yang saya anggap salah kaprah itu tidak menyebar terlalu cepat sehingga saya tidak perlu jadi minoritas dan berbalik menjadi pihak yang salah. Hiks..

Tags: ,

7 Responses to “Salah Kaprah Istilah CLODI dan DIAPER”

  1. alkeu says:

    Suka banget sama hal ini.. Memang orang Indonesia ini seringnya salah kaprah dalam menyebutkan sesuatu. Cuman karena denger, jadi ikut2an yang lain tanpa memahami arti sebenarnya.

    Saya dukung, mbak.. Biar nggak makin salah kaprah terus pemikirannya. Mudah2an orang yang nulis artikel di majalah itu sempet mampir kesini.

  2. anifah says:

    makasih bgt mb infonya. org indonesia memg sering salah kaprah, termasuk sy..^_^. setelah bc artikel ini jd mkn th.

  3. lilien says:

    wah.. OK banget penjelasannya mbak Rika (cocok jd guru bahasa :D ). Saya juga risih dengan salah kaprah istilah ini. Kadang kalo lagi males jadi penceramah & ditanya: ‘sikecil pake PAMPERS apa?’ saya jawab aja, ga pernah beli pampers, belinya HUGGIES (maaf, ini bukan iklan, karena saya memang ga pakai disposable diaper utk si kecil)

  4. ossy says:

    klo saya lebih suka pake istilah clodi, mba rika, lebih keren gituh, heuheu, abis popok kain modern kepanjangan nyebutnya. apalagi klo udah menjelaskan pada orang awam (yg ga tau popok begini lg ngetren di internet, taunya popok kain ya popok tali, pampers, ya dispo).
    ijin share ya mbak, ini penting banget nih.. thx

  5. robby says:

    “Ini pampers yang bisa dicuci yah?” … Loh ?! … Kalimat itu benar kan ? Apanya yg salah ?
    … Karena dahulu ‘PAMPERS’ hanya memproduksi diaper sekali pakai ???
    … dan sekarang ada yg bisa dicuci … gitu loh …!

    • adminrika says:

      Kami home industry yang memproduksi popok kain modern Pak, dan kami tidak punya afiliasi apapun dengan merk p*mper*. Begitu pula rata rata produsen popok kain modern sama sekali tidak ada hubungannya dengan p*mper*. Setahu kami merk popok sekali buang tersebut tidak memproduksi popok kain atau yang bisa dicuci pak, yang mereka produksi hanya yang sekali pakai:) Begitu lho pak….:) makasih sudah mampir ke sini… Tapi ngga usah dipermasalahkan pak, krn masyarakatlah yang akhirnya memilih istilah apapun yang mereka mau. Doesn’t matter, yang penting pesannya sampai..

Leave a Reply

Email : rumah popok.
Copyright © 2011 Rumah Popok.com. Convenient & Affordable Cloth Diapering