rumah popok

Rumah Popok Blog

Sosialisasi dan Charity Popok Kain/Clodi

Posted on Wednesday 8/25/2010 at 5:44 | Category: Cerita Featured
Presentasi ke Kepala Panti dan Pengurus

Alhamdulillah, tanggal 22 Agustus lalu, sudah terlaksana acara sosialisasi dan charity popok kain di Panti Asuhan Balita Tunas Bangsa, yang diadakan oleh milis popok kain. Panitia yang terbentuk cukup mini, hanya mba Yana as bu Ketu, mba Friska sebagai bendahara, dan aku sebagai seksi materi, lalu 2 bu mods yang tjantek tjantek (Mba Sitha & Mba Anna) sebagai pengawas, hohoho…

Belakangan mba Lia jg ikutan sebagai seksi sibug.

Ini pertama kalinya aku ikutan kepanitiaan virtual semacam ini. Jujur aja, walaupun smua orang ini oke oke banget, suliiit banget bisa ngumpul dan berdiskusi semua. 1 kali yahoo conference, itupun ternyata gak bisa kumpul semua. Satu masuk, yang lain pergi, ahaha. Maklum deh mak mak dah punya anak, anak2 kan ga bisa dibuat janjian untuk diem semua, hihihiy…

Akibatnya yah koordinasi berlangsung sahut sahutan melalui email. Sesekali aku miss informasi karena inbox juga buanyak banget isinya.

Sumbangan Popok Kain

Seserahan Popok Kain

Popok yang terkumpul, hmmm nggak diitung siih, tapi kalau lihat penampakannya, buanyak bangeeets. Aku ngembat rotan buat seserahan nikah dulu untuk dihias seperti ini, untuk seremonial lahh biar kalau dipoto kan cantik gituuu.. Voila… jadi lahhh seserahan popok.

 
Di panti itu, ruangan dipisahkan berdasarkan umur, ada 4 kamar, tapi kami cuma berkunjung ke kamar yang pantes pakai popok, yaitu newborn dan batita. Di kamar batita aku demo kan cara pakai popok ke pengasuhnya, yang beruntung adalah popok tjap GG warna hijau sumbangan juragan Indah.

 

Demo Pemakaian Popok ke Batita

Syut syuuut

Demo Pemakaian Popok ke Bayi Baru Lahir

Nah lalu di kamar newborn, juragan Indah nunjuk nunjuk Enphilia utk dipakaikan ke bayi kecil. Duhhh heartbreaking banget kalau lihat makhluk2 kecil itu terlantar ngga punya orangtua. Sempet jadi bahan diskusi jg ma si ayah, gimana kalo gak usah punya anak lagi, tp mungut 3 anak lagi dari situ. Hohooo tapi ya baru jadi diskusi, si ayah tertarik. Apa daya, kami tak cukup umur utk mengangkat anak, hooohohoho.

Eniwei, akhirnya aku cobain lah Enphilia ke bayi kecil. Jreeeng, tampak tidak proporsional. Sebenernya sudah diduga, namanya jg popok 1 ukuran. Inilah yang bikin aku mikir2 utk bikin versi petit nya, special for nuborn.

Acara lalu dilanjutkan dengan wawancara ke bu Sitha boz nya milis dan bu ketu panitia.

Hmm sbenernya aku ngga mau berpuas hati dengan acara hari itu. Selain acaranya singkat, perencanan lapangan nya gedubrak gedubruk, aku khawatir popoknya hanya akan dionggokkan, walaupun pak Kepala panti tertarik. Namanya barang baru, barang aneh, harus di cek apa benda ini dipakai. I am hoping for a more thorough chatting session with all the crew. Tp utk acara di hari libur dan melibatkan mak mak panitia via internet, aku sudah sangat berbangga hati ada di kepanitiaan ini, acara berlangsung tanpa kami bertemu muka, dan kami semua baru kenalan beneran di venue. Amazing huh?? huehehe…

Alhamdulillah…. pengen lagiii… nagihh nagihh… berbagi itu membahagiakan!

-makasih mba Sitha poto2nya-

Enphilia Washing Instruction

Posted on Thursday 7/15/2010 at 10:48 | Category: Articles Featured

Washing Instruction

  1. Before use, wash the diaper once with a little portion of detergent to remove dirt and material finishing
  2. If regular detergent is used, apply 1/4 – 1/2 of manufacture’s recommended dosis
  3. Do not use bleach and softener. It may leave residue on the diapers that will cause leaking, stink, and reduce the absorption.

Special treatment/Extra note:

  1. Stripping once a month is recommended to prevent stinking diaper that is caused by detergent build up.
  2. How to strip diaper: wash the diapers in clean waters without detergent using washing machine for several cycles (2, 3, or more) until no foam is appear.
  3. Soaking the diaper in warm water may help to remove residues.
  4. Vinegar may help to ‘freshen’ the diaper. Apply 1/4 cup of vinegar in the washing bucket half filled with water for washing.
  5. Line drying will remove stain naturally.

Instruksi Pencucian

  1. Sebelum digunakan, cuci popok kain dengan sedikit deterjen untuk menghilangkan kotoran dan finishing kain
  2. Jika menggunakan deterjen komersil biasa, gunakan 1/4 – 1/2 dari takaran yang dianjurkan oleh produsen deterjen.
  3. Jangan menggunakan pemutih dan pelembut. Penambahan zat tersebut dapat menyebabkan timbulnya residu pada popok kain yang dapat menyebabkan berkurangnya daya serap, mudah bocor, dan berbau.

Penannganan khusus/catatan tambahan

  1. Melakukan stripping satu kali sebulan untuk mencegah timbunan deterhen yang menyebabkan popok berbau.
  2. Cara stripping : Cuci dalam mesin cuci dengan air bersih tanpa deterjen, dalam beberapa kali siklus putaran hingga tidak lagi ditemukan buih/busa.
  3. Merendam popok kain di air hangat/panas dapat membantu menghlangkan residu.
  4. Cuka dapat digunakan untuk menyegarkan popok kain. Tambahkan 1/4 cangkir cuka dalam air cucian.
  5. Menjemur di bawah atahari dapat menghilangkan noda secara alami.
Email : rumah popok.
Copyright © 2011 Rumah Popok.com. Convenient & Affordable Cloth Diapering