rumah popok

Rumah Popok Blog

Kemasan Produk

Posted on Friday 7/15/2011 at 12:11 | Category: Cerita

 Beberapa konsumen mungkin akan senang dengan pengemasan individual enphilia, yaitu dengan  kain tissue (laken), karena kontra dengan plastik yang jaman sekarang kesannya tidak ramah lingkungan.

Mungkin juga ada pihak pihak yang menilai, ah sama saja, toh tas laken apalagi tipis juga ga terpakai, sama sama sampah, di mana, kami ada setujunya sama pernyataan ini.

Lho gimana sih? Trus jadi knapa ga pakai plastik aja?

Kami bukannya anti plastik, atau anti apapun. Yang jadi visi kami adalah 3R (reduce, reuse, recycle), dan sekarang ada R R lainnya (sudah berkembang).  Dan yang kami sebut sebagai visi, adalah cita cita. Bisa tercapai, bisa tidak. Tapi setidaknya, segala penentuan keputusan, akan memikirkan visi tersebut. Kalaupun sulit diwujudkan (seperti saat ini pengeenn banget punya produksi renewable energy-based, tapi dgn biaya yang masuk akal), ya ditundalah, tapi visi tersebut bisa jadi constant reminder, suatu saat ketika ada jalannya, get it!

Nah balik ke kemasan tas tisu, kami sadar banget bahwa kemasan ini tidak terlalu durable. Namun, ketika orang dihadapkan dengan tas kain, dan plastik lecek, kami yakin bahwa orang yang akan  menyimpan tas kain (dan menggunakannya kembali), akan lebih banyak daripada yang menyimpan plastik. Perkara ada segolongan orang yang juga tetap akan membuang tas kain ini, yahh… memang ada. Tapi dengan  image ‘kain’, orang  biasanya lebih cenderung menyimpan dulu dan memakai kembali daripada membuang, begitu bukan? Pertimbangan paling akhir adalah, bahwa tas kain berbahan baku pohon/tanaman (sumber daya alam terbarukan), dan plastik  berbahan dasar minyak bumi (tidak terbarukan).

Tenang tenang, jangan jadi anti plastik yah, hehe.  Bagaimanapun kami tetap pakai plastik untuk pengemasan besar, pakai trash bag ataukarung, Kalau ngga, bisa berabe ntar di jalan kalo bungkusannya sobek2 atau kena air hujanJ. Of course, plastik masih jadi rajanya pengemasan, dan hak kita manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam. Pada kasus tertentu, bisa jadi lho plastik lebih baik. Misalnya nih tas belanja plastik yang kuat dan bagus (biasanya dipakai branded fashion), bisa jadi lebih baik lho daripada tas kertas, karena tas plastiknya bagus dan orang ingin terus menyimpan, sedangkan tas kertasnya gampang lecek.

Ramah Lingkungan atau tidaknya kemasan produk (dalam hal umur pakai), pada akhirnya terpulang ke tangan pengguna akhir.. Will you reuse it, or not?

Sosialisasi dan Charity Popok Kain/Clodi

Posted on Wednesday 8/25/2010 at 5:44 | Category: Cerita Featured
Presentasi ke Kepala Panti dan Pengurus

Alhamdulillah, tanggal 22 Agustus lalu, sudah terlaksana acara sosialisasi dan charity popok kain di Panti Asuhan Balita Tunas Bangsa, yang diadakan oleh milis popok kain. Panitia yang terbentuk cukup mini, hanya mba Yana as bu Ketu, mba Friska sebagai bendahara, dan aku sebagai seksi materi, lalu 2 bu mods yang tjantek tjantek (Mba Sitha & Mba Anna) sebagai pengawas, hohoho…

Belakangan mba Lia jg ikutan sebagai seksi sibug.

Ini pertama kalinya aku ikutan kepanitiaan virtual semacam ini. Jujur aja, walaupun smua orang ini oke oke banget, suliiit banget bisa ngumpul dan berdiskusi semua. 1 kali yahoo conference, itupun ternyata gak bisa kumpul semua. Satu masuk, yang lain pergi, ahaha. Maklum deh mak mak dah punya anak, anak2 kan ga bisa dibuat janjian untuk diem semua, hihihiy…

Akibatnya yah koordinasi berlangsung sahut sahutan melalui email. Sesekali aku miss informasi karena inbox juga buanyak banget isinya.

Sumbangan Popok Kain

Seserahan Popok Kain

Popok yang terkumpul, hmmm nggak diitung siih, tapi kalau lihat penampakannya, buanyak bangeeets. Aku ngembat rotan buat seserahan nikah dulu untuk dihias seperti ini, untuk seremonial lahh biar kalau dipoto kan cantik gituuu.. Voila… jadi lahhh seserahan popok.

 
Di panti itu, ruangan dipisahkan berdasarkan umur, ada 4 kamar, tapi kami cuma berkunjung ke kamar yang pantes pakai popok, yaitu newborn dan batita. Di kamar batita aku demo kan cara pakai popok ke pengasuhnya, yang beruntung adalah popok tjap GG warna hijau sumbangan juragan Indah.

 

Demo Pemakaian Popok ke Batita

Syut syuuut

Demo Pemakaian Popok ke Bayi Baru Lahir

Nah lalu di kamar newborn, juragan Indah nunjuk nunjuk Enphilia utk dipakaikan ke bayi kecil. Duhhh heartbreaking banget kalau lihat makhluk2 kecil itu terlantar ngga punya orangtua. Sempet jadi bahan diskusi jg ma si ayah, gimana kalo gak usah punya anak lagi, tp mungut 3 anak lagi dari situ. Hohooo tapi ya baru jadi diskusi, si ayah tertarik. Apa daya, kami tak cukup umur utk mengangkat anak, hooohohoho.

Eniwei, akhirnya aku cobain lah Enphilia ke bayi kecil. Jreeeng, tampak tidak proporsional. Sebenernya sudah diduga, namanya jg popok 1 ukuran. Inilah yang bikin aku mikir2 utk bikin versi petit nya, special for nuborn.

Acara lalu dilanjutkan dengan wawancara ke bu Sitha boz nya milis dan bu ketu panitia.

Hmm sbenernya aku ngga mau berpuas hati dengan acara hari itu. Selain acaranya singkat, perencanan lapangan nya gedubrak gedubruk, aku khawatir popoknya hanya akan dionggokkan, walaupun pak Kepala panti tertarik. Namanya barang baru, barang aneh, harus di cek apa benda ini dipakai. I am hoping for a more thorough chatting session with all the crew. Tp utk acara di hari libur dan melibatkan mak mak panitia via internet, aku sudah sangat berbangga hati ada di kepanitiaan ini, acara berlangsung tanpa kami bertemu muka, dan kami semua baru kenalan beneran di venue. Amazing huh?? huehehe…

Alhamdulillah…. pengen lagiii… nagihh nagihh… berbagi itu membahagiakan!

-makasih mba Sitha poto2nya-

Enphilia Newborn size – Perlukah

Posted on Tuesday 8/24/2010 at 7:24 | Category: Cerita
 

Assalamualaikuuuum…

Produk popok kain reguler Enphilia saat ini ada Enphilia Original dan Enphilia Crispy. Sejak 1 tahun yang lalu, model Enphilia mengalami beberapa modifikasi. Modifikasi ini berdasarkan masukan masukan yang didapatkan. Walaupun disebut onesize (all size), Enphilia original punya keterbatasan yaitu baru bisa dipakai untuk di atas 5 kg.

 Awalnya, ukuran pola Enphilia lebih ke arah NB-10 kg (sebenernya di atas itu seharusnya bisa sih). Kemudian muncullah komplain bahwa Enphilia original tidak bisa digunakan pada bayi bayi tertentu padahal masih under 10 kg. 

Enphilia First Batch

 

Enphilia Original 2.0

Nah, dengan pertimbangan bahwa bayi baru lahir sebenarnya tidak terlalu perlu pocket diaper (lebih cocok pakai flat atau prefold), akhirnya sizing Enphilia diubah, yaitu lebih memprioritaskan ukuran yang lebih besar, yaitu 5 kg ke atas. However, untuk memfasilitasi masukan yang begitu bertubi tubi (beneran lhooo bertubi tubi) untuk memasang snap pada Enphilia original, akhirnya terciptalah varian Crispy.  

Enphilia Crispy

   

Kenapa kok pake 2 varian sgala? knapa gak jadi Crispy aja smuanya? Karena: (1) dengan pasang snap = nambah biaya produksi yang artiya kudu naikin harga, padahal cita cita dahulu adalah membuat popok murah, -tp kenyataannya naik terus krn ganti komponen yg lebih mahal lah ini lah itulah, hikx. (2) snap hanya akan dipakai sebentar kok, bayi kan cepet besar, 2-3 bln juga udah ndut dan udah muat yang tanpa snap.Seiring berjalannya waktu, seiring makin bekennya popok kain modern, banyak ibu ibu yang udah pengen memakaikan anaknya popok ala modern ini sejak bayinya lahir, bahkan blanja blanji popok sebelum anaknya lahir, dan sebagai orang yang berusaha sesubyektif mungkin ngasih masukan, jujur aja saya nggak akan pernah merekomendasikan newborn menggunakan ONESIZE pocket diaper kalo ditanya oleh seorang newbie. Oke, ada pengatur ukuran, tp umumnya kalo onesize, pasti kalo dipake NB ngga proporsional.So… mulai mikirlah diriku utk bikin petit size nya. Tapi, jika nantinya ada 3 varian (petit, original, crispy), maka akan ada rentang ukuran yang tumpang tindih dan itu malah akan bikin orang bingung. Petit =3-10 kg, original =5-15 kg, crispy= 3-15 kg. Jika nantinya ada 2 varian: petit dan original saja, prediksi keluhan yang akan terjadi adalah: 

 yahhh ada 2 ukuran, musti beli 2x dehhh 

 Tapi sebenarnya sekarang (dgn ada varian original dan crispy), common complain nya adalah: 

 newborn dipakein crispy bulky buangeeetttt 

 So… mana yaaa yg lebih baiikk???? Mengumpulkan pandangan niiihhh 

  

Tags: ,

Go Public

Posted on Tuesday 7/20/2010 at 6:44 | Category: Cerita
 

Bazar Kumkum di Museum Mandiri April 2010 

 

  

  

 

 

 Minimalis skalee yaaa hehehehe…. 

 

Dibeli buu.. dibeli organizernya…. 

   

Bazar Hari Belanja Sedunia 

Bazar Pertama

  

 Panas skali di situ… pulang2 teparrr 

On Inspired Kids Mag, June 2010 

Pelakunya kita samarkan saja ya supaya aman :D

Tags: ,

cari nama

Posted on Monday 7/19/2010 at 5:07 | Category: Cerita

Mumet’e aku golek jeneng nggo varian Enphilia sing anyar
dibedain soalnya emang bahan beda cara jait beda. Sebenernya ga mo bikin nama baru, tapi kalo nama nya sama enphilia mumet aku terima pesenan.

Soalnya gayanya orang kalo pesen tu gini lho:

“mbak.. mo pesen enphilia ya 5 biji”

enphilia maksutnyah yang manaaa???? palage skarang niat mo ada produk2 baru, pan ada soaker pad, ada fleece liner, ada tetra..

Jadinya ya terpaksa kudu dinamain. Walopun label di jaitannya tetep enphilia (Lha masih banyak stoknya seh hahahaaaaaaa)

BAPAK BAPAK IBU IBU SEKALIAN, yang mau nyumbang nama boleeehhh, ntar yang namanya dipake akan dapet hadiah popok yang bersangkutan, hohoho…

Tags: ,

Kata orang tentang produk di sini…

Posted on Sunday 7/18/2010 at 2:48 | Category: Cerita

Banyak yang bertanya pada kami , minta dipilihkan, dan bertanya mana yang paling baik.

Honestly, kami tidak tahu apa yang terbaik untuk Bunda. Berikut ini adalah komentar2 pengguna popok kain yang pernah saya dengar (diambil poinnya aja)

A: “duhhh aku suka bangeeettt sama enphilia, cinta mati dehhhh. cepet keriing” –> reseller enphilia yg setia

B:” bu kok enphilia tebel gitu ya, anakku jadi kaya bebek” –> kalo dipakein terry insert katun memang tebel banget, namanya jg solusi ekonomis.. hehe, kami hana memberikan option

C: “sy jualan yang paling laku enphilia, GG ngga terlalu laku”

D: ” wah mba, saya nyetanin semuaaa orang untuk beli GG. GG mantep bangett, semaleman dipake ga bocor, dah gitu murah meriah lagi. Kalo ada yang nanya mana popok murah yang bagus, i would recommend GG” –> akhirnya jadi reseller GG, krn cinta banget sama GG

E (seorang ibu yg dah nyobain bermacam2 jenis popok lokal):”Bu, mo beli ziya, dan ZZ, buat ngado nihhh..” –> seorang ibu yang ga terlalu bermasalah dgn details spt daya tahan, daya tampung, intinya kalo dah saatnya ganti alias rembes dikit, ya ganti aja gitu aja kok repot

F: “saya liat ziya di babyshop, ngga suka… kayaknya kaku gitu”

G:”haahhh ziya nya lucu lucu bangetttt motifnya, ngga nyesel deh belinya” –> pelanggan setia rumah popok

H:”ziya itu inovasinya bagus yah, konsepnya beda ma yg lain, pake adjustable snap, bagus” –> pengamat popok kain lokal yang rajin coba2in

I: “Pake popok lain kaki anakku merah2, pake enphilia ngga merah” –> yang anaknya kulitnya cukup sensitif

 

Komentar plus minus gini terjadi pada hampir setiap merek yang dijual di sini.

Pesan yang ingin kami sampaikan adalah, cloth diaper is about taste, selera. Ada orang yang suka asem ga suka manis. Ada yang ga suka asem suka manis. You’ll never know until you try. Seperti halnya pakaian, kadang di toko terlihat imut dan lucu, dicobain sekali jg oke. Tapi pas bener2 dipakai, baru ketauan apakah baju itu nyaman atau tidak.

Kenapa kok nulis hal seperti ini???

Karena terkadang kami dihadapkan dengan pembeli yang setelah memakaikan anaknya popok hasil belanja di sini, mereka tidak puas, tidak suka. Pernah juga ada yang minta barang ditukar karena berubah pikiran setelah barang sampai (entah kenapa — saya tebak karena beliau tidak membaca dekskripsi produk dengan baik dan berpikir diaper cover 10ribuan seperti popok impor.. ehm.. sperti roomparooz misalnya). Kami senang menampung feedback dari Bunda dan Ayah sekalian, TAPI suka atau bencinya Bunda dan Ayah terhadap barang belanjaannya, itu di luar tanggung jawab kami yaa:)

Yang kami usahakan adalah menjual produk yang kami suka, dengan segmen kelas yang beragam (murah dan menengah), dan menjabarkan deskripsi produk sejelas mungkin:)

So… please read before you buy:)

Tags: ,

My Diapering Preference

Posted on Friday 7/16/2010 at 7:19 | Category: Cerita

Pengalaman diaperingnya newborn Raul benar benar kuanggap sebagai perjalanan yang cukup melelahkan. Punya newborn bener2 mengagetkan dalam hal perpopokan ini. Aku ngga nyangka aktivitas ganti popok seharian adalah aktivitas yang begitu menguras tenaga. Padahal aku ngga nyuci sendiri lho.

Perjalanan diapering style Raul berubah ubah, trial dan error sampai menemukan cara yang paling nyaman. Mulai dari cara basuh, tempatnya di mana, dan popok jenis apa. Aku sempat menulisnya di blog yang <a href=”http://rikariza.multiply.com/journal/item/116/Diaper_and_Diapering ” target=”_blank”>lain</a>.

Nahhh.. setelah menjalani semua itu, skarang aku menjadi paham, popok macam apa yang aku harus siapkan ketika punya anak lagi. Here is my preference.

NEWBORN

Kombinasi AIO dan popok serap Be Nice Kids tampaknya akan dominan di awal2 kehidupan. Kenapa??? Karena aku ingin sekali melatih bayi untuk mengidentifikasi ‘kering’ adalah nyaman. 1 atau 2 one size pocket diaper memang mungkin perlu, untuk kondisi kalau benar benar letih dan malas ganti popok, dan untuk kalo keluar rumah. (well dulu sih lebih seringnya masih pake pospak)

Sebenernya tetra oke juga sih, tapi harus rajin ngelipetin origami dulu sebelum masuk lemari. Hmm… aku bukan tipe orang serajin itu. Mungkin 1-2 lembar lah.

Aku juga mempertimbangkan EC alias toilet training sedini mungkin, ASALKAN ruangan dikondisikan. Krn kalo ngikutin teori my mom, tatur bayi sambil jongkok walopun tengah malem… *sigh* im not that consistent. Tapi kalo di rumah ada wastafel lebar yang nyaman di samping changing place (table, whatever), sepertinya akan lebih ringan. Tp kenyataannya blm berhasil karena saya pemalass, hahahaha.

4-10 kg

Pocket diaper memang sudah cucok utk range berat ini. Kalo rencana EC santai bisa berjalan, sepertinya pocket diaper tetap bukan menjadi prioritas. Keknya lebih prefer macam AIO Canberra. Sayang suplainya macet, hiks…

Mungkin pake AIO Be Nice Kids lagi  yang ukuran M.

10 kg ke atas…

Full training pant aja dehh, atau celana dalam biasa dikasih potongan tetra kek skarang.

LHO… ke mana Enphilia dan GG. Bukankah itu dagangan utama slama ini???

Don’t get this wrong. I looove Enphilia dan GG. Lha iya Enphilia aku yang produksi, GG juga mendistribusikan.  Saat aku menyebut ‘pocket diaper’ di atas, itu refer ke GG dan Enphilia.

Hanya saja popok2 canggih (apalagi yg import dan mahal cem bumgenius, roomparooz, fuzzibunz), tidak terlalu relevan dengan MY DIAPERING STYLE. Bayangin lah… ngapain aku beli mahal2 tapi ngga sesuai sama ‘aliran’ku.

Its not that I discourage people from buying those stuff.  Tapi setelah ngalamin mempopoki Raul (blehh jelek kali istilahnya), aku nyadar kalau ‘kenyamanan’ yang ditimbulkan dari popok popok canggih itu memiliki dampak kepada hal yang aku tidak inginkan. I saw myself this time sudah selesai meluluskan Raul dari popok. Liat skarang. Im too lazy to start potty training, begitu pula si kecil ngga terlalu sensitive apalagi kalo pup, ga ada perubahan mimic sama skaleeee!!

Kalo memang mak mak yg baca ini memang mau santai dan take potty training easy, ngga mau buru2, well… modern cloth diaper is a right choice. Tapi buat mak mak yang punya visi selese potty secepat mungkin, nhaa…

Duh gitu deh maksudku, mbingungi gak yo…

Tags: ,
Email : rumah popok.
Copyright © 2011 Rumah Popok.com. Convenient & Affordable Cloth Diapering